Bantul – Seluruh pendidik dan tenaga kependidikan dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul turut serta dalam kegiatan Senam Sehat Bersama dilanjutkan dengan Pembinaan Anti-Bullying yang disampaikan langsung oleh Bupati Bantul, Bapak Abdul Halim Muslih. Kegiatan masif ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bantul untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, sejalan dengan target Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Paripurna.
Kegiatan yang diikuti oleh 9000 guru dan pegawai sekolah/madrasah di Kabupaten Bantul ini diawali dengan sesi senam bersama yang digelar di Stadiun Sultan Agung pada Sabtu pagi 11 Oktober 2025. Keikutsertaan guru dan pegawai MIN 3 Bantul menunjukkan semangat dan komitmen mereka dalam menjaga kesehatan fisik, yang merupakan modal penting dalam menjalankan tugas mendidik generasi bangsa.
Setelah sesi senam, acara dilanjutkan dengan inti kegiatan, yaitu pembinaan langsung dari Bupati Bantul, Bapak Abdul Halim Muslih. Dalam arahannya, Bupati secara tegas menekankan pentingnya peran guru dan tenaga kependidikan sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan kasus bullying atau perundungan.
“Anak-anak tidak boleh tersakiti, baik secara fisik maupun psikis. Tidak boleh ada bullying dari guru maupun dari teman,” ujar Bupati. Beliau menegaskan bahwa perundungan dapat menyebabkan anak kehilangan harapan dan pesimis, yang pada akhirnya menghambat tumbuh kembang mereka.
Bupati Abdul Halim Muslih juga mengajak seluruh insan pendidikan untuk bersama-sama menciptakan sekolah ramah anak. Hal ini sejalan dengan misi Kabupaten Bantul untuk memberikan perlindungan khusus kepada anak, perempuan, dan penyandang disabilitas. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diinstruksikan untuk terlibat aktif dalam mencapai predikat KLA Paripurna.
Guru dan pegawai MIN 3 Bantul menyambut pembinaan ini dengan antusias. Mereka menyatakan komitmen untuk menerapkan strategi pencegahan bullying di madrasah, termasuk melalui penguatan pendidikan karakter, sosialisasi tata tertib yang jelas, serta membangun komunikasi erat antara madrasah, siswa, dan orang tua.
Diharapkan, dengan adanya pembinaan masif ini, kesadaran dan kompetensi pendidik di Bantul, termasuk di MIN 3 Bantul, semakin meningkat, sehingga lingkungan madrasah benar-benar menjadi tempat yang aman, kondusif, dan mendukung perkembangan optimal seluruh peserta didik. (Agassa)



